menulis apa adanya,
menulis secukupnya.
agar hati ini tenang.
agar tak ada luka,
dan tentunya,
agar menang…
tak ada kebebasan,
tak ada kemerdekaan.
yang ada hanyalah mimpi,
tentang keindahan-kendahan,
tentang kebebasan,
tentang kemerdekaan..
yang ada,
adalah belenggu rantai baja,
membungkam mata,
telinga,
hati dan pikiran.
lalu,
apa yang dibanggakan dari kita ini?
profesionalisme?
hmmm…busyet.
profesionalisme dalam kapitalisme.
menggenggam jeritan rakyat,
merenggut keuntungan-keuntungan.
atas nama kebebasan.
kita yang untung,
rakat yang buntung.
lalu,
masikah kita bangga?
tidak…!!
kita juga ini penghisap darah.
sepeti drakula yang lahir diera milenium.
sungguh,
tak ada bedanya…..
===
Masama, awal minggu ini












