Di Mendono, Massa
dan Aparat Bentrok
LUWUK-Kebijakan Pemerintah Provinsi Sulteng memberhentikan Ismail Muid, SH, MSi, dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai menyulut reaksi warga. Aksi protes terjadi di Desa Mendono Kecamatan Kintom dan Desa Basabungan Kecamatan Pagimana, Selasa (3/2) kemarin.
Amatan Luwuk Post di lokasi, aksi warga Desa Mendono Kecamatan Kintom berakhir bentrok. Sedikitnya 4 orang warga diamankan petugas serta satu orang aparat mengalami luka serius disekitar wajah terkena lemparan batu warga. Bentrokan tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 wita saat aparat berusaha membuka ruas jalan yang diblokir warga.
Aksi warga Desa Mendono tersebut dipicu oleh kabar lahirnya kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai dan Provinsi Sulteng yang menonjobkan Sekretaris Daerah (Sekda) Banggai, Ismail Muid SH MSi.
Hasilnya, kurang lebih 150 orang warga melakukan pemalangan jembatan yang terletak di Desa Mendono.
Selain melakukan pemalangan jembatan tersebut, massa juga membakar ban bekas di kedua ujung jembatan. Akibatnya, sejumlah kendaraan dan angkutan umum terpaksa tidak bisa melewati jalan tersebut.
Bahkan sejumlah truk BBM untuk Kecamatan Toili dan Toili Barat terpaksa tidak bisa melewati jalan itu hingga dibuka paksa oleh aparat.
Aksi pemalangan Jembatan Mendono itu dimulai sekitar pukul 08.00 wita pagi hari. Sekitar satu jam kemudian, beberapa regu aparat Polres Banggai beserta 2 peleton TNI dari Kompi dan Kodim 1308 Banggai diterjunkan untuk mengamankan aski warga tersebut.
Melihat aparat datang, banyak warga yang berteriak histeris. Beberapa kali aparat mencoba melakukan negosiasi agar ruas jalan tersebut tidak ditutup dan membiarkan kendaraan melewati jembatan Mendono itu. Namun, upaya aparat tersebut ditolak warga. Warga justru meminta agar Bupati Banggai Drs Ma’mun Amir datang menemui mereka dan memberikan penjelasan terkait dimutasinya Sekda Banggai, Ismail Muid SH MSi.
Karena aksi pemalangan jembatan di Desa Mendono tidak juga dibuka warga, aparat kemudian bersiap membubarkan aksi warga tersebut. Sekitar pukul 16.00 wita, warga dan aparat keamanan sudah berhadap-hadapan.
Aksi lemparan batu pun terjadi saat aparat mencoba membubarkan aksi massa. Sekitar pukul 17.00 wita bentrokan pun terjadi. Beberapa kali dentuman letusan menyalak dari moncong senjata aparat. Sekitar 30 menit, aparat berhasil membubarkan aksi warga. Sedikitnya 3 orang warga Mendono diamankan petugas Polres Banggai. Diantaranya, Arfan Punut, Arimin dan Cocok. Sementara, satu orang anggota Polres Banggai mengalami luka serius akibat lemparan batu yang mengenai wajahnya.
Sementara itu, di Kecamatan Pagimana, warga Desa Basabungan, juga melakukan aksi protes terkait pemberhentian Ismail Muid dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai. Aksi pemblokiran jalan trans provinsi itu dilakukan oleh puluhan warga.
Mereka menutup ruas jalan yang merupakan akses ke ibu kota provinsi itu. Warga menutup jalan menggunakan potongan-potongan batang kelapa serta melakukan aksi pembakaran ban kendaraan bekas. Akibatnya, kendaraan pribadi dan angkutan umum Pagimana serta kendaraan Luwuk-Palu-Makassar mengalami kemacaten.
Pantauan Luwuk Post, aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan warga atas kebijakan pemerintah provinsi Sulteng memberhentikan Ismail Muid dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah.
Hingga pukul 21.30 Wita, semalam, aksi pembakaran ban masih terus berlangsung. Meski begitu, warga telah mengizinkan kendaraan untuk meliwati jalan yang sebelumnya diblokir. (frm/anto)












