PAGIMANA-Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa ini mungkin pas dirangkai dengan kejadian yang dialami PLN Ranting Pagimana. Sudah mengalami kerugian hingga miliaran rupiah, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Pagimana harus menanggung kekesalan warga karena sering padamnya listrik. Sering terjadinya pemadaman listrik yang tidak menentu dirasakan sangat meresahkan warga yang juga adalah konsumen PT PLN.
Kamis (18/12) tadi malam, terjadi pemadaman listrik. Pemadaman hingga jam 24.oo wita itu rupanya sudah tidak dapat ditolerir warga. Dan sekitar jam 20.30 wita massa mendatangi Kantor PLN Ranting Pagimana. Tak pelak, kantor itu pun menjadi sasaran amuk massa. Akibatnya, kondisi bangunan kantor rusak parah. Semua kaca jendela pecah tanpa ada yang tersisa. Kursi khusus yang ada di ruang tunggu ikut dirusak massa. Lebih parah lagi, beberapa unit komputer serta printer pun juga jadi sasaran perusakan. Dokumen dan arsip juga tampak berantakan dilantai. Termasuk gardu dalam kota juga jadi sasaran pengrusakan. Rupanya, selama kantor PLN Ranting Pagimana jadi sasaran masa, baru kali ini kerusakan yang dialami cukup berat. Diduga, akibat kerusakan tersebut PLN Ranting Pagimana mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Dari hasil pantauan Luwuk Post dilokasi kejadian, tingkat kerusakan cukup parah. Bahkan rusaknya gardu aliran arus listrik khusus dalam Kota Pagimana kemungkinan Pagimana tidak dapat dialiri listrik. Kejadian tersebut rupanya merupakan puncak kesabaran masyarakat yang memendam kekesalan akibat pemadaman listrik. Sementara, Kepala PLN Ranting Pagimana yang coba dikonfirmasi sedang tidak berada ditempat. Informasi yang dirangkum Luwuk Post, sejak sore hari Kepala PLN Ranting Pagimana sudah meninggalkan tempat. Pemadaman listrik yang terjadi sejak jam 01.00 wita Rabu (17/12) malam dan kembali menyala sekitar jam 15.00 wita sore kemarin. Namun menjelang beberapa menit kemudian listrik kembali padam sehingga warga pun bereaksi dan melakukan pengrusakan. (anto)
Sumber : Luwuk Post
Warga Pagimana Mengamuk
Desember 21, 2008 oleh pilabeanku












