Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk September 10th, 2008

PT. Antariksa Bidik Potensi Listrik Balantak

LUWUK—PT. Antariksa Karya Utama Luwuk mulai membidik potensi sumber energi listrik di Kecamatan Balantak. Senin (8/9), kemarin, Direktur PT Antariksa Karya Utama, Baharuddin Tjatjo, telah mendatangi Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Banggai meminta rekomendasi dari pemerintah daerah terkait rencananya melakukan survei awal terhadap potensi energi listrik di kecamatan Balantak.
Kepala Bidang Ketenaga Listrikan Dinas [...]

Untuk mentranslate bahasa

KPK Diminta Periksa Program Sektor Pendidikan

LUWUK—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk melakukan pemeriksaan terhadap program di sektor pendidikan yang ada di daerah Kabupaten Banggai, Sulteng. Pasalnya, sejak lima tahun terakhir, berbagai bantuan untuk pendidikan yang dikucurkan baik dari lembaga internasional, pemerintah pusat, provinsi dan daerah telah dilaksanakan. Namun, hingga saat ini tidak jelas dampaknya yang dirasakan masyarakat.
Desakan itu disampaikan Direktur [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ancam 3 Daerah Aliran Sungai

LAPELHI Desak Pemerintah
Cabut HPH Daha Tama Adhikarya
LUWUK—Lembaga Aksi Peduli Lingkungan Hidup Indonesia ( LAPELHI ) mengimbau Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai, untuk segera meneliti dan mempertimbangkan kembali izin HPH PT. Daha Tama Adikarya (PT. DTA) Nomor 465/Kpts-II/1995 tanggal 4 September 1995 seluas 64.620 Ha.
Sikap Lapelhi tersebut disampaikan melaluli siaran pers Minggu (7/9) kemarin. Disebutkan, [...]

Untuk mentranslate bahasa

Jalan Luwuk-Pagimana Rusak Parah

LUWUK—Upaya Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Banggai menangani kerusakan ruas jalan Luwuk–Pagimana beberapa waktu lalu nyaris tidak berguna.
Buktinya, ruas jalan sepanjang 65 kilometer tersebut masih bolong di sana-sini. Beberapa hari terakhir, jalan yang berlubang hampir terjadi di semua desa dari arah Salodik menuju pusat kota Pagimana.
Hampir setiap dua ratus meter terdapat jalan yang berlubang [...]

Untuk mentranslate bahasa