Coba fikir. Apa namanya ini kalau bukan Abunawas.
Di Luwuk, pemerintahnya mengaku tidak ada masyarakat yang miskin. Karena pemerintahnya belum melihat ada yang mengemis.
Ukuran miskin menurut pemerintah disini, kalau ada pengemis di jalan-jalan.
Repotnya, pemerintah juga menolak menyebut miskin bagi mereka-mereka yang setiap harinya bekerja dengan mengumpulkan balastik dan barang-barang bekas di kota ini.
Katanya itu ukan pemulung, hanya orang yang mengumpulkan barang bekas saja.
(terus apa namanya coba…??)
Terus, anak..anak yang berdiri di pinggir jalan dan menyodorkan telapak tangganya dengan terbuka, sambil meminta uang setiap ada yang lewat juga dibilang bukan pengemis. (terus apa namanya coba..??)
ya Allah…ini namanya negeri Abunawas,…
Kalau sudah seperti ini, rakyat berharap bagaimana???
perbaikan tarap hidup? tidak mungkin, karena si miskin sudah dianggap sukses dan orang yang empunya…
Pusyyyiiingggg…..>>>?????
Negeri Abunawas
Mei 14, 2008 oleh pilabeanku












